Rabu, 14 Desember 2011 5 komentar

Konsumen, selalu disalahkan..

Beberapa waktu lalu, aku membeli sebuah lampu TL dengan merek philips di sebuah toko eletronik di deket appartmen tempatku tinggal.

Lampu TL (Tubular lamp) adalah sejenis lampu berisi gas (uap raksa bertekanan rendah) berbentuk tabung yang pada ujung-ujung kaki lampu tsb dipasang elektroda berupa lilitan kawat pijar yang akan menyala bila dialiri listrik.
Narasumber : OB appartment mia yg kuliah di jurusan listrik

Aku sengaja memilih lampu merek ini karena reputasi dan kualitas mereknya yang telah mendoktrin otakku dengan kalimat “Lampu Philips tuh tahan lama”, “Garansi Lampu Philips tuh bagus banget..”, “Pake Philips aja.. lebih hemat..” dan beberapa doktrin positif lainnya.

Memang sih, aku akuin sendiri. Lampu dengan merek philips memang sudah sangat terkenal di seantero pelosok negeri. Bokap mia dirumah atau hubby mia di proyek juga selalu menggunakan lampu dengan merek ini. Entah karena memang kualitasnya yang bagus atau karena faktor lain.

Ada satu lagi alesan yang bisa digunakan konsumen ketika memilih Philip sebagai merek lampu penerangannya. Prestige.

Yup. Rasa bangga. Bangga karena menggunakan merek terkenal, bangga karena menggunakan produk yang memiliki harga relatif mahal, bangga karena menggunakan produk yang juga digunakan oleh bangunan-bangunan mewah. Itulah yang salah satu alesan konsumen memilih merek Philip daripada merek lain.

Namun, semua itu tak berlaku bagiku. Karena setelah kejadian beberapa waktu lalu, aku sedikit merubah pola pikir dan cara berpandangku mengenai apresiasi sebuah merek.
Minggu, 11 Desember 2011 4 komentar

29 Nov 2011


Sekilas tentang aku sebagai Pribadi – Status – dan Sosial 
 
Saya - sebut saja Vivi, seorang wanita berusia 32 tahun (nyaris 33), istri dengan 1 orang putra. Karyawati sebuah perusahaan Insurance dengan Target Konsumennya adalah Corporate Clients. Sebetulnya pekerjaan yang saya lakukan ini lebih dikarenakan saya ingin tetap memiliki kesibukan dan terutama Status lain daripada hanya sebagai Istri dari si Bapak anu… karena secara Ekonomi saya dan suami berasal dari keluarga yang sangat cukup (kalau tidak mau dikatakan berlebih) hihihihi, bahkan bisnis keluarga yang diteruskan oleh suami saat ini sedang dalam performa yang terbaiknya. 

Jadi tolong singkirkan dulu jauh-jauh pikiran yang ‘menuduh’ bahwa apa yang saya lakukan dan akan saya ceritakan dibawah ini dikarenakan adanya desakan akibat kondisi Ekonomi ataupun keuangan yang kurang baik. 

Tidak sama sekali…
Senin, 28 November 2011 2 komentar

Payudara oh Payudara

Coba hitung, berapa banyak dari kalian (para pria) yang menginginkan supaya payudara ceweknya terlihat lebih besar? Atau coba hitung, berapa banyak dari kalian (masih para pria) yang suka melihat payudara cewe yang bulat dan membusung indah?


Walau tak semua pria seperti itu, namun bisa dipastikan jika mayoritas pria akan menyukai wanita berpayudara besar.

Banyak wanita yang mendambakan punya payudara besar agar terlihat lebih seksi. Sampai tak sedikit pula wanita yang rela melakukan segala macam cara demi bisa mendapatkan ukuran payudara yang lebih besar. Dipijat, divakum, hingga operasi adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk dapat memperoleh ukuran payudara menjadi lebih besar.

Tapi jangan salah, pemikiran semacam itu (minder karena ukuran payudara) tak hanya dialami oleh para pemilik payudara yang berukuran kecil. Pemillik payudara yang berukuran besar pun (seperti aku :p) terkadang juga menginginkan untuk dapat memiliki payudara yang sedikit lebih kecil.
Kamis, 24 November 2011 9 komentar

Masturbasi Wanita (Bab 1. Mengapa Tidak? )

Segera saja kuturunkan celana dalam hijauku yang telah membasah tepat di bagian depan bibir kewanitaanku. Kuraba celah vaginaku dan mulai mengelusnya perlahan. Hangat, lembab dan becek. Kuangkat jemari tangaku yang baru saja menyentuh bibir vaginaku tadi, dan kulihat dengan seksama. Terlihat banyak lendir bening yang menempel lengket.

“Gila... vaginaku sudah membajir basah...” ucapku pelan.

Perlahan, kembali kusentuhkan jemari lentikku ke tonjolan daging mungil yang ada diatas bibir vaginaku, lalu kugerakkan naik turun. Seru sekali rasanya, memainkan tonjolan kelentitku yang juga mulai membesar merah. Naik... Turun... Naik... Turun...

“Oooohhhhh....” desahku lirih sambil menggigit bibir bawahku.

Sensasi geli dan nikmat mulai merambat dari biji kelentitku ke bibir vaginaku. Tak perlu waktu lama, lendir kewanitaanku makin merembes keluar membasahi bibir vaginaku. Lendir bening kewanitaan yang selalu menemaniku diriku disetiap kali jemari lentikku menstimulus celah kenikmatanku.

Perlahan, dari menyentil-nyentil biji kelentit, aku mulai gerakkan jemari tengahku semakin jauh lagi. Semakin turun, dan mulai merayap masuk kedalam lubang vaginaku. Sedikit demi sedikit, ruas jemariku semakin masuk, semakin dalam, dan semakin dalam. Sampai akhirnya, satu jari tengah, sudah tenggelam seluruhnya. Ditelan lubang vagina merahku yang sudah membanjir begitu basah.

Denyutan birahi pada dinding vaginaku begitu terasa ketika jari tengahku sedang bersemayam didalamnya. Denyutan hangat seiring dengan detak jantungku terasa semakin lama semakin kencang.

“Aku sange, aku horny, aku ingin masturbasi...”
Rabu, 23 November 2011 3 komentar

Ciri Orgasme Pada Wanita

Sekedar informasi , bahwa ada banyak wanita yang hingga kini, dia belum pernah sekalipun mengetahui bagaimana rasa, sensasi dan kanikmatan dari apa yang dinamakan orgasme.

Apa sih orgasme itu?
Orgasme adalah klimaks / kepuasan yang dirasakan oleh otot-otot di sekitar vagina dan pinggul yang berkontraksi secara terus menerus . orgasme menghasilkan sensasi kenikmatan  tingkat tinggi yang disertai oleh kenikmatan relaksasi si sekujur tubuh. Orgasme juga merupakan pengalaman psikologis yang melegakan otak dan pikiran secara tiba-tiba sehingga mampu menenangkan mood pelakunya.


Ketika sedang bercinta, kenikmatan kelamin, harus dinikmati oleh kedua belah pihak, baik di pihak pria (yang kebanyakan lebih dominan dan aktif) ataupun di pihak wanita (yang kebanyakan lebih pasif dan menerima). Namun jika melihat dan mendengar cerita  teman-teman wanitaku selama ini, banyak dari mereka yang (dengan berbagai alasan) sengaja untuk memberikan orgasme palsu kepada lawan mainnya.
3 komentar

Sekilas tentang Nymphomania

“Neng... sange nih ngliat cowo-cowo ganteng itu...” ujarku kepada teman wanita yang duduk disamping kiriku sambil menunjuk ke beberapa lelaki yang berkumpul di sudut ruangan.
“Ahhh...hahaha.... Mia lo mah sange mulu..” balasnya.
“Emangnya salah ya klo gw sering sange...?” tanyaku lagi
“Hahahahaha dasar cewe nympho...”

Nympho, atau yang biasa dikenal dengan istilah nymphomania, adalah suatu keadaan dimana seorang wanita memiliki dorongan seksual yang terlalu tinggi, sehingga ia kesulitan untuk menahan birahi atau libidonya untuk bercinta.

Nymphomania sebenernya bukanlah hal yang baru dalam kamus seks dunia, hanya saja kata ini kurang familiar terdengar di telinga orang Endonesa, karena nymphomania disini, lebih terkenal dengan sebutan hyperseks.

Karena gairah/libido seksualnya yang sangat tinggi, wanita nymphomania, tak akan pernah merasa terpuaskan. Ia akan selalu terobsesi dengan kelainannya untuk mencari kepuasan dengan cara apapun. Baik dengan pasangan resmi (pacar, suami), pasangan tak resmi (selingkuhan, teman wanita), atau dengan sarana pelampiasan lainnya (dildo untuk bermasturbasi).

“Wwoowwww...Pasti seru nih kalo punya temen cewe yang memiliki kelainan nymphomania? “ pasti sekilas banyak dari kalian yang berpikir seperti itu. Berpikir akan nikmatnya untuk dapat bersetubuh setiap saat dengan wanita nymphomania. Iya khaannn...?

Namuan. Jika kalian berpikir seperti itu, maka bisa jadi kalian salah, karena kalian belum mengerti sama sekali tentang wanita ini.

“Kalian bisa merasakan kenikmatan wanita nymphomania, jika kalian juga memiliki kelainan yang serupa...”
“Loh.. kok bisa begitu?”
“Yup.... jika kalian adalah seorang lelaki Satyriasis, atau biasa disebut sebagai lelaki yang gila akan seks. Namun jika kalian hanyalah lelaki yang memiliki libido seksual yang standar, ada baiknya jika kalian jangan pernah mencoba untuk menandingi keinginannya dalam becinta...”

Aku punya sedikit cerita menarik mengenai wanita nymphomania...
Minggu, 20 November 2011 1 komentar

Ketika Keperawanan Menjadi Nilai Tukar


Beberapa waktu lalu, ketika aku dan beberapa teman wanitaku sedang menghabiskan waktu liburan sembari melepas stress di salah satu objek wisata kota Kembang, ada seorang bapak dan beberapa temannya yang mendekat ke arah tempat kami duduk.

Pertama mereka mengambil tempat duduk tak jauh dari tempat kami berkumpul. Namun tak lama kemudian, setelah beberapa kali mereka mondar mandir di dekat meja kami, akhirnya mereka duduk di dekat lokasi kami duduk.

Singkat cerita, ada salah seorang bapak-bapak itu yang mencoba berkenalan dengan kami. Walau sebenernya kami enggan tuk berkenalan dengannya, tapi toh akhirnya kami bersalaman tangan juga. Dan entah kenapa, kami sepertinya mengijinkan untuk dia supaya duduk di sekitar meja kami (mungkin ia memiliki ilmu kharismatik sehingga kami seolah selalu dibuat penasaran olehnya :p )

Sambil mengenalkan diri, sang bapak itu berusaha membuat kami terkagum-kagum atas segala keberhasilannya. Ia sepertinya dengan sengaja memamerkan kekayaannya. Menyebutkan semua perusahaannya, mengkalkulasi semua pendapatan pertahunnya dan menceritakan tentang kehebatannya dalam mendapatkan berbagai macam wanita.

Bener sih, sekilas, aku tertarik juga mendengar semua cerita-ceritanya. Karena selain ia (terlihat) baik, ia juga royal, membelikan hampir semua menu makanan atau minuman yang kami lirik tanpa menanyakan apapun.

Tak terasa, lima menit berlalu begitu saja. Bapak-bapak ini memang mampu menjaga komunikasi diantara kami dengan baik, buktinya, kami tak merasa sedikitpun jengah untuk bercerita, walau terkadang, si bapak ini menanyakan hal privat kami.

Sampai tiba-tiba, ketika kami masih seru-serunya berceloteh tentang kegiatan masing-masing, si bapak itu melontarkan sebuah pertanyaan aneh.
“Eeh... Eh... Bentaran deh...  Bukankah kampus kalian pernah masuk koran karena ada salah seorang temen kuliah kalian yang rela menjual keperawanannya? Kalo ga salah demi membayar uang kuliah kali ya? Bener khan? ” Great, bapak ini benar-benar jago menggiring topik pembicaraan.

Topik aneh ini memang selalu berhasil menarik perhatian setiap orang.
 
;