Aku, Rudi, dan istriku, Dian, memiliki selisih usia sekitar 6 tahun.
Kami berdua telah menikah selama 5 tahun, dan telah dikaruniai 2 orang anak
yang sangat lucu. Aku bekerja
sebagai karyawan swasta, dan istriku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Kehidupan kami biasa saja, bahkan terlalu biasa.
Awal perkenalan kami adalah ketika kami berdua sama-sama tersesat
dalam perjalanan wisata ke Yogjakarta. Dan dari situ, aku merasakan indahnya
jatuh cinta kepada calon istriku dipandangan pertama. Karena tak beberapa lama setelah pertemua kami,
aku langsung melamar dan menikahinya.
Bagiku, Dian adalah sosok wanita yang sangat cantik. Wajahnya
bulat, berambut hitam lurus sepundak, berkulit putih, berkaki panjang dan yang
paling membuatku semakin jatuh cinta adalah, senyum dan tatapan matanya, yang
mampu membuat dunia seolah berhenti berputar.
Aku pikir, perbedaan usia kami bukanlah sebuah kendala. Sehingga
ketika ia berulang tahun ke 18 tahun, sebuah pernikahan sederhana langsung aku
persembahkan padanya.
***
“Kita pasti bisa menghadiri acara si Ratu khan mas…?” Tanya Dian
dengan senyum andalannya.
Tanpa menjawab pertanyaannya, aku hanya mengangguk sambil membalas
senyum istriku.
“Kamu memang suami adek yang paling pengertian…” girang istriku.
Dengan nada yang masih antusias karena kegiranganan, Dian langsung
kembali meneruskan acara telephonnya dengan kakaknya.
“Selama kamu senang, aku pun bisa senang dek…” ucapku dalam hati.
Andai saja aku bisa meramalkan kejadian beberapa waktu kedepan,
aku pasti tak akan mengijinkan istriku pergi ke acara pernikahan itu. Karena
semenjak acara pernikahan itu, semua kisah cinta dan pernikahan kami berubah 180 derajat.
***

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact