Kamis, 12 Juli 2012 1 komentar

Tubuhku... Milikmu... (Part 2)

Penantian kami untuk memamerkan keseksian tubuhku beberapa jam berikutnya, terasa sangat mengecewakan karena tak terjadi apa-apa sama sekali. Aku masih mengenakan gaun tidur seksi, dan Rudi masih berulangkali mengintip-intip dari jendela dengan tirai setengah terbuka .

Sejenak, kami mulai putus asa menantikan kegembiraan lagi dimalam itu, karena tak ada siapapun yang lewat di depan jendela kamar kami.

Namun ketika ada sebuah mobil yang tiba-tiba masuk ke dalam area parkiran hotel dan parkir di dekat kamar kami, rasa senang seolah tiba-tiba ikut muncul dan menarik ujung-ujung bibir kami menjadi sebuah senyum mesum yang cukup aneh.

“Ada orang datang Mi... Dan sepertinya dia datang sendirian...” Ujar Rudi dengan nada riang yang kemudian lari mendekat ke arah pintu depan kamar hotel sambil terus mengawasi pemuda yang baru datang itu.
“Miii... orang yang dateng barusan tuh cowok yang tadi siang onani didepan kamar kita.... Dia masuk kamar dengan meninggalkan pintu mobilnya terbuka… pasti dia bakal kembali untuk mengambil sesuatu..." kata Rudi lagi.

Seperti seorang singa yang melihat rusa gemuk, Rudi pun langsung memutar otak guna mendapatkan perhatian pemuda itu tadi. Dan, tak beberapa lama kemudian, Rudi mendapatkan sebuah ide cemerlang.

"Mia... Aku akan pergi ke mobil dan berpura-pura untuk mengambil barang... lalu aku akan memanggilmu untuk menanyakan sesuatu...” Ucapnya lirih kearahku sambil terus mengawasi kondisi diluar kamar.

“Dan ketika aku memanggilmu, kamu segera melangkah keluar... aku yakin dia pasti akan melihat keseksian tubuhmu dibalik baju tidur transparan itu..." tambahnya sambil tersenyum. 
1 komentar

Marissa dan Dino

Setelah ribuan kali mengalami orgasme palsu, Marissa Sumardi, menelungkup jatuh ke hamparan kasur tebalnya. Henry Sumardi, suami tercintanya terbaring dengan seringai kepuasan bak seorang idiot di wajah bulatnya. Dengan satu tangan, marrisa mengusap lendir yang saat ini keluar dengan deras dari celah kenikmatannya. Lendir yang hanya dikeluarkan oleh suami lemahnya. Oleh karenanya, marrisa sama sekali tak khawatir akan kehamilan.

Walau Henry dan marrisa hanya terpaut sekitar 5 tahunm, namun banyak orang yang mengira jika mereka berdua adalah ayah dan anak. Marissa bertubuh langsing berambut hitam panjang dengan buah dada berukuran D, yang membusung maju kedepan. Ia sengaja mati-matian menjaga bentuk tubuhnya sehingga dapat terlihat beberapa tahun lebih muda daripada usianya yang mulai menginjak angka 35 tahun.

Hal yang jauh berbeda, terlihat pada Henry. Tubuh Hendry begitu mungil jika dibandingkan dengan tubuh tinggi marissa, Hendry hanya memiliki tinggi sekitar 155 cm.

perut buncit dengan rambut dada yang selalu ia banggakan. Marissa sadar jika pilihannya selama ini ternyata memang salah. Rambut dada, ternyata bukanlah jaminan seorang pria bakal memuaskan dahaga birahinya di ranjang. Karena setelah Marissa tahu, ternyata penis Henry, tak lebih besar daripada sepotong daging sosis yang biasa ia masak buat Dino, putra kesayangannya.

Alasan kenapa Marissa menikahi Henry, tak lain hanyalah sebatas materi semata. Karena terbukti setelah beberapa bulan Marissa menikah dengan Henry, kelakuan asli Marissa mulai Nampak.
Selasa, 10 Juli 2012 1 komentar

Hadiah Ulang Tahun

“Sayang aku pulang...” Teriak Mia dari teras rumahnya.

Dengan wajah ceria dan kedua tangan yang penuh akan barang belanjaan,  Mia berjalan dengan susah payah kedalam teras rumahnya. Namun karena merasa kesulitan akibat kedua tangannya yang memeluk kantong belanjaan tak bisa digunakan untuk membuka gagang pintu, akhirnya dengan tumit kaki kanannya ia menggerakkan gagang pintu dan menendang pintu depan rumahnya supaya ia bisa masuk

“Kok rumah ini terasa sepi sekali…? Apakah suamiku melupakan hari ulang tahunku…?” Tanya 
Mia dalam hati.

Sembari membawa barang belanjaan, berulang kali  Mia memanggil-manggil suaminya ke seluruh penjuru rumah. Diruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, hingga kamar mandi, namun tak sekalipun suaminya membalas panggilan  Mia. Hingga akhirnya Mia sampai di dapur dan meletakkan semua barang belanjaannya.
“Yup… dia melupakannya…” ucap Mia lagi dalam hati .

Mendadak, dari arah belakang, sepasang tangan lelaki menelungkupkan telapaknya di kedua payudara montok  Mia. Dan dengan secepat kilat,  Mia segera mencari tahu, tangan siapakah itu.
“Iiiihhh….. sayang… ngagetin aja sih….” Kaget  Mia manja, begitu tahu jika tangan yang saat itu mulai meremas pelan payudaranya adalah milik suaminya. “Dari mana aja kamu mas…?” tambahnya lagi.
“Sttt… ikut aku yuk sayang….” Potong Andi, suami Mia sambil berbisik lirih.
“Adduuuuhhh… ada apaan sih…? Mau kasih  Mia kejutan ya…?”
“Udah… buruan tutup mata terus ikutin aku mi… ”
“Kayak anak ABG aja sih pake acara tutup mata segala…”

Jumat, 01 Juni 2012 2 komentar

Tubuhku... Milikmu... (Part 1)

Eksibisionisme atau eksibisionis (sebutan bagi pelakunya) itu adalah perilaku kelainan seksual dimana seseorang doyan/hobi/gemar/demen/suka untuk memamerkan organ pribadi kepada lawan jenis dengan tujuan mendapatkan kepuasaan pribadi.

Apa sih organ pribadi yang biasa dipamerkan? Biasanya, jika eksibisionis tersebut seorang pria, dia akan memamerkan penisnya, walau tak munutup kemungkinan jika ia juga bakal memamerkan organ tubuh lainnya. Dan jika eksibisionis nya seorang wanita, dia akan memamerkan payudara, pantat, kaki, celana dalam dan vaginanya.

Okelah, siapa pun mungkin memiliki sifat suka pamer seperti ini. Tapi bagaimana jadinya jika sifat suka memamerkan ini sedikit lebih parah? Seperti suka memamerkan pasangannya kepada orang lain?  Atau ingin melihat orang lain manatap pasangannya ketika pasangannya sedang bertelanjang badan?

Mungkin ini hanyalah sekedar pertanyaan yang sangat simple. Namun bukan berarti, dari pertanyaan simple, jawabannya juga bakal sesimple itu.

“Makasih ya Mi... kamu udah bisa ngabulin semua permintaan anehku ini…” ujar Rudi, mantan pacarku dulu.
 
Dengan peluh yang masih bercucuran, Rudi kemudian mencabut batang penisnya keluar dari lubang pantatku.

“PLOP”.

Minggu, 13 Mei 2012 4 komentar

Vagina, Ooooh Vagina


“Mia... gimana sih cara terampuh buat memutihkan kulit selangkangan...?” 
“Laaah...? buat apa...?”
“Ya biar bagus...”
“Bagus..?”
“Iya.... mirip selangkanganmu yang bersih, putih, harum.... pasti enak deh kalo dijilat, ditoel-toel... trus yang palong enak... dijepit ama meki kamu... #Eeeeeh...”
“HHhhhRrrrr... mulai deh...”
“Ya pokoknya biar kulit selangkangan ga keliatan item, jorok, dekil gitu lah....”
“Emang kenapa kalo kulit selangkangan kamu item, jorok, dekil....”
“Ya malu lah....”
“Malu ama siapa...? Emangnya kamu bakal mamerin selangkanganmu ke khalayak umum..?”
“Hmmm... kemaren ada cewe yang dimarahin ibu-ibu pas sedang ‘show’ di KFC block * syapa ya?”
“Cewe...? Siapa..? Yang mana...?”
“Iya... cewe cakep... Pake dres batik super pendek warna hijau,  rambut digelung keatas, perut buncit, duduk di deket tangga...”
“Hahahaha.... ketauan nih... “

"Ayo donk mi... kasih tau tipsnya... gimana cara terampuh buat mutihin kulit selangkangan..."
"Ehh... Tapi kok kamu butuh tipsnya...?"
"Emang kenapa...?"
"Buat apa coba kamu tahu tips mutihin selangkangan...? Kamu khan cowo...?"


Jumat, 04 Mei 2012 5 komentar

Karena Ulah Suami

“Haloo…?”
“Sayang, segeralah bersiap-siap… “
“Bersiap? Memangnya kenapa mas ….?”
“Kira-kira 30 menit lagi, teman-temanku akan segera sampai rumah… kamu siapin makanan buat mereka ya…”
“……..”
“Sayang….? Kamu nyimak nggak sih…?”
“I….iya mas….”
“Yaudah… seperti biasanya ya… sebelum mas pulang, kamu temenin mereka dulu bentaran….”
“Tapi mas….”
“Udah… mas masih repot… Mas sayang kamu dek…”


KLIK


“Ya Tuhan, sampai kapan hal ini bakal berakhir…” Batin Meily sambil meletakkan gagang telephon pada tempatnya.

Dengan lemas, Meily menatap bayangan tubuhnya yang terpantul dari cermin di dinding. Matanya sayu, dan raut mukanya terlihat pasrah. Bukan karena memikirkan akan permintaan suaminya barusan, melainkan, karena memikirkan tentang apa yang akan terjadi setelah acara makan malam nanti.

Sebenarnya, udah sepatutnyalah bagi seorang istri seperti Meily untuk menyiapkan makanan buat suaminya ketika ia pulang kerumah. Karena jika dipikir-pikir,  permintaan Oly barusan sama sekali buka masalah untuk dilakukan.

Tugas seorang istri memang harus mematuhi perintah suami.  Tugas seorang istri memang harus menyenangkan hati suami. Tugas seorang istri  memang harus bisa membantu suami.

“Namun, Apakah tugas seorang istri juga harus menyiapkan lubang vagina dan pantatnya guna menjadi sarana pelampiasan nafsu bejat teman-teman suaminya …?”

Air mata, mendadak menetes dari ujung mata bulatnya.

Senin, 16 April 2012 4 komentar

Tak Sengaja (Part 3)

Astaga, ternyata sosok yang saat ini sedang menyetubuhi dirinya bukahlah Lody, suami Naya. Sosok itu adalah Udin, si ojek kampung pacar Mitha, anak semata wayangnya.

Tak pernah sekalipun Naya membayangkan akan terjadinya situasi seperti ini. Naya tahu sekali akan Loddy suaminya yang sangatlah pencemburu. Senyum sedikit ke lelaki lain saja, bisa membuat Lody menjadi uring-uringan, apalagi sampai melakukan perselingkuhan. Naya tak bisa membayangkan betapa murkanya Loddy jika dia sampai tahu wanita yang ia nikahi, saat ini sedang bersetubuh dengan orang lain.

“Bangsat lo din… cepet cabut tititmu…. Cabut….!!!”
 
;