Panas sekali kepala penis mas Manto ketika kurasakan pada bibir vaginaku. Begitu kepala penis itu sudah berhasil masuk seluruhnya, rasanya begitu nikmat, berdenyut hebat seiring detak jantungnya.
Didorongkannya batang hitam berbonggol itu maju, masuk lebih jauh kedalam lubang tubuhku. Beruntung karena cairan kenikmatanku yang sudah banyak keluar, batang penis mas Manto dapat dengan mudah masuk ditelan vaginaku.
Selagi kepala penis mas Manto menggaruk dinding vaginaku, tonjolan urat yang mengitari batang hitam penis mas Manto, juga mulai menggelitik bibir vaginaku. Nikmat sekali. Dan hanya dalam waktu singkat, separuh dari total panjang penis mas Manto, sudah berhasil masuk, memenuhi vagina sempitku.
Sejenak, mas Manto mendiamkan batang gemuknya, mencoba merasakan kenikmatan denyutan dinding vaginaku mengempot batang penisnya.
“Empotan memek kamu memang nggak ada duanya dek…”ujar mas Manto, memecah keheningan diantara kami.
”Hmmm…sshhhh…terus mas…Oooouuugggghhh”
“Enak dek?”
“Hoo...oouugghhhhhh” ucapku sambil menganggukkan kepalaku.
Tangan mas segera memegang sisi pinggangku. Dan dengan sekali hentakan keras, ia menghujamkan penisnya yang berukuran ekstra itu dalam-dalam.

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact